BERITAKALTIM.CO – Kenaikan target investasi Kota Bontang tahun 2026 mendorong pemerintah daerah menyiapkan langkah percepatan guna menjaga tren positif yang sudah terlihat sejak awal tahun.
Berdasarkan hasil konsolidasi dan sinkronisasi data DPMPTSP se-Kalimantan Timur pada 2 April 2026, target investasi Bontang ditetapkan meningkat 11,24 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan nilai mencapai Rp3,42 triliun.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menyebut capaian pada triwulan pertama menjadi modal awal yang cukup baik untuk mengejar target tersebut.
Ia menilai, perkembangan investasi yang menunjukkan tren positif memberi ruang bagi pemerintah untuk lebih agresif dalam menyusun strategi lanjutan.
“Capaian awal tahun ini cukup menggembirakan dan menjadi dasar bagi kami untuk lebih optimistis dalam mengejar target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah sektor unggulan di Bontang masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan, terlebih dengan dukungan perbaikan layanan perizinan yang terus dilakukan.
Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong kemudahan investasi melalui penyederhanaan prosedur serta pemanfaatan sistem digital agar proses perizinan menjadi lebih cepat dan transparan.
Selain itu, komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian hukum dan dukungan terhadap investor juga dinilai menjadi faktor penting dalam menarik minat investasi ke daerah.
“Kami terus memperbaiki sistem layanan, baik dari sisi prosedur maupun digitalisasi, agar proses investasi bisa berjalan lebih efisien dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” jelasnya.
Lia Abdullah | Wong | ADV
Comments are closed.