BeritaKaltim.Co

Irianto Motivasi Peserta UN, Distribusi Soal se Kaltara Aman

IRIANTO smk1 (1)TANJUNG SELOR, BERITAKALTIM.com – Penjabat Gubernur Kalimantan Utara beserta jajaran diantaranya Sekdaprov Kaltara Drs H Badrun serta Asisten mengunjungi beberapa sekolah yang Senin (13/4/2015), melaksanakan Ujian Nasional (UN). Sekolah pertama yang dikunjungi yaitu SMA Negeri 1 Tanjung Selor yang dilanjutkan ke SMK Negeri 1 Tanjung Selor.

Di SMK Negeri 1, Irianto menyempatkan dirinya untuk menyapa peserta UN yang kebetulan telah selesai melaksanaan ujian. Ia memberikan motivasi jika UN adalah tahapan yang harus dilakukan untuk meraih kesuksesan. Menurutnya, seseorang harus rela bersusah payah untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Harus berusaha keras, agar apa yang kita inginkan bisa di dapatkan. Sedangkan kalau tidak berusaha maksimal, pasti akan menyesal jika gagal,” kata Irianto yang kemudian mendapatkan tepuk tangan dari ratusan peserta UN.

Ia juga meminta para siswa tidak menggunakan narkoba. Menurutnya, narkoba dapat membahayakan penggunanya. “Narkoba itu harus dibasmi, siswa-siswa jangan sampai terpengaruh oleh narkoba,” ujarnya.

Dia juga berpesan kepada siswa se-Kaltara, untuk menjaga semangat, rajin dan bekerja keras dalam belajar serta tidak lupa selalu berdoa. Khususnya, dalam waktu 1 hingga 2 minggu ini, karena ini akan menentukan nasib mereka ke depannya.

“Jadi kalau siswa ini rela mengorbankan waktunya dalam minggu ini, itu akan memberi warna terhadap masa depannya,” ujarnya.

Irianto mengatakan tujuan dari adanya monitoring UN adalah kegiatan rutin tahunan yang dilakukan. Dan ini adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh Kepala Daerah.

“Salah satunya kesiapan sekolah, meskipun sebelumnya sudah dilakukan monitoring oleh jajaran terkait,” ulas Irianto.

Irianto mengaku bersyukur pelaksanaan UN berjalan lancar tanpa ada kendala prinsip. Bahkan pendistribusian soal UN sendiri tidak mengalami kendala. Sebagai contoh misalnya, di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan yang soalnya telah sampai sebelum pelaksanaan UN.

“Sembakung adalah wilayah yang paling jauh. Namun, soalnya sendiri telah sampai dan tidak mengalami kendala disana,” ungkapnya.

Menurutnya, strategi yang digunakan adalah pendistribusian soal yang lebih dulu dilakukan di wilayah yang sulit dijangkau. Pengamanan yang dilakukan pun, sangat sudah sesuai standar dengan cara di kawal oleh kepolisian.

“Insya Allah tidak akan terjadi kecurangan. Karena kalau terjadi, maka akan langsung di selidiki oleh Kepolisian karena merupakan tindakan pidana,” urainya. #hmsprov

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.