SAMARINDA,BERITAKALTARA.COM -Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) terhitung sejak Senin (13/04) kemarin resmi telah berlangsung. Sedikitnya ada sebanyak 10.840 pelajar dari tingkat SMA/MA, SMK hingga SMALB se Kota Samarinda mengikuti UN hingga Rabu nanti dengan mengerjakan 5 paket soal.
Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang disela saat melakukan monitoring di beberapa sekolah mengutarakan kalau UN kali ini bukan lagi menjadi penentu bagi kelulusan bagi seorang pelajar.
”Jadi saya harap UN tidak boleh lagi menjadi momok yang menakutkan,” kata Jaang. Kendati bukan lagi sebagai penentu kelulusan, tetapi hasil UN nanti jelas dia akan menjadi pertimbangan bagi seorang pelajar untuk bisa diterima di perguruan tinggi negeri atau tidak. Bahkan juga sebagai pertimbangan untuk masuk bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil.
“Jadi UN kali ini tidak boleh disepelekan, karena bisa kuliah di Universitas negeri dan bekerja sebagai PNS merupakan hal prinsip bagi seseorang. Jadi jangan sampai dalam ujian ini ada siswa yang berpikiran isi nggak isi tetap lulus juga, sekali lagi saya minta jangan,” pinta Jaang.
Untuk itu, pengawasan dalam hal ini sangat penting sekali. Mengingat UN juga sebagai barometer untuk mengukur kemampuan sebuah sekolah dari tingkat Kota, provinsi hingga nasional.
”Sehingga nanti ada ranking terhadap kemampuan sekolah lewat hasil indek penilain UN melalui pelajarnya,” tuturnya.
Selain itu, Wali Kota Samarinda ini juga menyayangkan beberapa sekolah yang menyatakan mundur untuk mengikuti UN dengan menggunakan system Computer Based Test. Hingga akhirnya hanya enam sekolah yang mengaku bersedia untuk menggunakan system tersebut.
Bahkan tak segan ia meminta kepada inspektorat untuk mengusut sekolah yang mundur tadi. “Kita ini ibu kota, beda halnya dengan Kabupaten Mahakam Ulu yang mungkin belum didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai,” singgung Jaang.
Padahal lanjut dia, apabila sekolah bisa menggunkan system CBT dalam ujian kali ini, tentu akan menentukan kualitas pendidikan di Samarinda itu sendiri. ”Pastinya akan menjadi contoh bagi daerah lain,” imbuh Jaang.
Sementara, hasil monitoring Wali Kota bersama Sekkot Zulfakar dan para Asisten di tiga sekolah yakni SMAN 3, SMAN 5 dan SMKN 1 ujian berlangsung lancar dan aman. HMS5
Teks: Nusyirwan juga ikut memonitor pelaksanaan UN di beberapa sekolah.
Kedepan, Sekolah Harus Siap dengan Sistem CBT
SAMARINDA- Wakil Wali Kota Samarinda H Nusyirwan Ismail menilai Ujian Nasional dengan menggunakan sistem komputer atau disebut dengan computer based test (CBT) merupakan sebagai langkah pelaksanaan UN yang jujur, bersih, dan fleksibel.
“Selain menghemat biaya, tentu tes model ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan mutu, fleksibilitas, dan keandalan ujian nasional,” lontar Nusyirwan ketika melakukan monitoring UN di SMA Yayasan Islam Jl Akhmad Dahlan bersama anggota komisi IV DPRD Kota Samarinda kemarin.
Walaupun di Samarinda sendiri menurutnya hanya ada enam sekolah yang siap melakukan ujian dengan system tersebut, ia berharap keenam sekolah tadi setidaknya bisa menjadi perintis agar kedepan sekolah yang mampu melaksanakan dengan system yang sama cakupannnya bisa lebih luas lagi. Terpenting, kedepan sekolah-sekolah harus siap dahulu dengan segala fasilitasnya. Karena sebagai ibu kota, tentu sarana untuk menuju kesana harus memadai.
”Kendati untuk tahun ini dari enam sekolah tadi beberapa diantaranya masih menggunakan laptop pribadi seorang pelajar, saya pikir nggak jadi masalah walaupun ujian dengan system manual juga masih memungkinkan,” urainya. Terpenting sebelum menuju ke Komputerisasi Pemerintah Daerah harus komitmen bersama pemerintah pusat mengenai kesanggupan Pemkot untuk melaksanaan dengan system tersebut.
”Karena pusat juga menekankan, kalau Pemerintah daerah tidak komitet dan establish pusat menyarankan jangan dulu,” tuturnya. HMS5
teks: Jaang didamping Sekkot Zulfakar dan Kepala Disdikbud Asli Nuryadin bersama kepala Disdikbud Kaltim Musyahrim dan anggota DPRD Kaltim dan Samarinda menyempatkan memonitor siswa di dalam kelas menggunakan CCTV.
Trending
- Rudy Mas’ud: Hak Angket Silakan Jalan Sesuai Mekanisme DPRD
- Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim Temui Massa Aksi
- Ratusan Massa Desak Kajati Kaltim Temui Massa Aksi, APMK Minta Serahkan Dokumen Tuntutan
- Gelombang Protes Pemprov Kaltim Memanas, APMK Demo di Kejati
- Gunung Semeru erupsi disertai awan panas
- Pemancing Tak Sadarkan Diri di Selat Makassar Berhasil Diselamatkan Tim SAR Balikpapan
- Gempa 6,3 magnitudo guncang Jepang, tanpa peringatan tsunami
- Kebakaran Hebat Bikin Panik Warga Graha Indah Balikpapan Utara
- Korban tewas kecelakaan bus ALS di Muratara bertambah satu
- Massa Aksi Bertahan di Kantor DPRD Kaltim, Tunggu Hasil Rapat Hak Angket